Bahaya Efek Samping Aspirin
Aspirin termasuk dalam golongan anti-inflamasi non-steroid yang memiliki fungsi penurun panas, anti-nyeri, dan anti-radang. Komponen yang terdapat dalam aspirin adalah asam salisilat yang pada awalnya hanya dipakai sebagai obat luar.
Aspirin dikontraindikasikan pada pasien yang diketahui memiliki hipersensitivitas / alergi terhadap komponen dari aspirin, jenis salisilat lain, atau obat – obatan anti-inflamasi non-steroid lain, asma, ulkus peptik yang
aktif / riwayat sakit maag, kelainan perdarahan, gangguan fungsi hati
yang berat, gangguan fungsi ginjal yang berat, gagal jantung yang berat,
kehamilan pada trimester ke 3, anak dibawah 16 tahun (kecuali secara
spesifik diindikasikan seperti pada penyakit Kawasaki).
Selain itu, penggunaan obat ini juga perlu mendapatkan perhatian khusus pada pasien dengan asma di mana dapat memicu serangan pada pasien dengan hipersensitivitas
Selain itu, penggunaan obat ini juga perlu mendapatkan perhatian khusus pada pasien dengan asma di mana dapat memicu serangan pada pasien dengan hipersensitivitas
Proses Pembuatan Aspirin
Proses pembuatan aspirin dilakukan dengan 2 metode, yaitu
1. Prinsip esterifikasi
2. Prinsip rekristalisasi
Kedua metode ini akan digabung dalam proses pembuatan aspi tersebut. kedua metode ini
akan saling mendukung dan menghasilkan aspirin yang baik.
Mekanisme Kerja
·
Mengasetilasi enzim siklooksigenase dan menghambat pembentukan
enzimcyclic endoperoxides.
·
Menghambat sintesa tromboksan A-2 (TXA-2) di dalarn trombosit,
sehingga akhirnyamenghambat agregasi trombosit.
·
Menginaktivasi enzim-enzim pada trombosit tersebut secara
permanen. Penghambatan inilah yang mempakan cara kerja aspirin dalam pencegahan
stroke dan TIA (Transient Ischemic Attack).
Metabolisme
Obat
Hepar adalah organ utama dalam metabolisme obat, terutama
obat-obat per oral. Pada dasarnya enzim hepar merubah obat menjadi bahan yang lebih polar dan
mudah larut dalam air
sehingga, mudah diekskresi melalui ginjal dan empedu.
Efek Samping Obat yang membahayakan
Dari
skema diatas dapat dipahami bahwa kerusakan membran sel yang mengandung
fospolid akibat adanya stimulus akan mengakibatkan adanya enzim
fospolipase.Enzim fospolipase akan mengubah fospolid menjasi asam
arakidonat ,Sebagian asam arakidonat akan diubah menjadi prostaglandin
dan tromboksan oleh enzim siklooksigenase ( COX),dan sebagian lagi
diubah menjadi leukotrien oleh enzimlipoxygenase
Pada kondisi ini ,Jumlah leukotrien yang terbentuk tidak lah banyak (tidak sampai menginduksi asma)
Tetapi
,karena mekanisme kerja NSAIDs dan Aspirin adalah menghambat
siklooksigenase ,sehinggga asam arakidonat secara bebas dibentuk menjadi
leukotrien oleh enzim lipoksigenase .
Penghambatan
enzim COX -1 oleh NSAIDs dan Aspirin menyebabkan penurunan sejumlah E2
(PGE2) . Penurunan produksi PEG 2 menyebabkan peningkatn jumlah produksi
leukotrien oleh enzim lipoksigenase,Nah aspirin menyebabkan asma hal
ini dipicu karena terjadi nya overdosis leukotrien.Leukotrien merupakan
senyawa yang dibentuk dari asam arakidonat oleh enzim lipoksigenase
Senyawa ini menyebabkan bronkospasme atau bronkonstriksi (penyempitan
bronkus saluran nafas) ,Sehingga Aspirin akan memperparah serangan asma
(termasuk pasien yang punya riwayat asma.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Enma,2012.Aspirin: Pharmacology and Clinical Applications.USA:University of Health Sciences
Mycek, 2001. FARMAKOLOGI ULASAN BERGAMBAR EDISI 2.Jakarta :
Widya
Tjay, dkk. 2002. Obat –
Obat Penting. Jakarta :PT. Elex Media.
assalamualaikum wr wb
BalasHapussaya mau menanyakan tentang efek samping . yaitu untuk penderita penyakit asma apabila mengonsumsi obat ini maka akan memperparah asma nya tersebut, jadi menurut tami bagaimana cara mengatasi hal tersebut . sedangkan pasien tersebut memang di anjurkan menggunakan aspirin, sedangkan pasien tersebut juga memiliki riwayat asma ?